"Menemukan sesuatu hingga menjadi begitu berarti"

Kesaktian Similarity, Luar Biasa

Edisi 23 September 2018

Pernahkah mendengar berita mengenai seorang profesor yang dicopot dari gelar profesornya? Atau informasi tentang seorang juara pada sebuah lomba, dianulir dan dibatalkan dari gelar kejuaraannya? Hal terpenting dan perlu digarisbawahi bahwa penyebab utama yang melatarbelakangi kajadian tersebut ternyata adalah status similarity yang begitu kental. Similarity yang berada pada nilai tinggi, ini merupakan pertanda sinyal khusus memberikan kabar tentang adanya contekan akut pada sebuah tulisan ilmiahnya. Bila memang baru pertama kali mengenal istilah similarity, ada baiknya WWW.PONIMAN.TOP ingin share, mencoba menyampaikan kembali pengertian dari kata tersebut. Menukil dari kamus Bahasa Inggris bahwa arti dari Similarity adalah Kesamaan. Lawan katanya Dissimilarity, yang bermakna Perbedaan. Jadi, kalau dijabarkan dengan meminjam bahasa paling mudah, Similarity yaitu tingkat kesamaan pada sebuah tulisan. Atau tingkat contekan yang ada pada tulisan tertentu. Semakin tinggi nilai jiplakan yang dilakukan, maka akan semakin tinggi pula status contekan yang disandangnya. Dan hal ini berakibat pada menurunnya kualitas serta mutu karya seseorang.





Sebagaimana yang tercantum pada buku Panduan lomba INOBEL serta diabadikan di dalam syair lagu berjudul “INOBEL” pula, bahwa perhatian khusus yang diberikan pada sebuah tulisan ilmiah, menduduki peringkat teratas adalah similarity. Demikian juga prosedur yang dipakai oleh berbagai pihak Perguruan Tinggi dalam menilai skripsi para mahasiswanya. Ketentuan ini, sebenarnya mengandung indikasi telah terbentuk sebuah tradisi mulia, yakni budaya menjunjung tinggi orisinalitas daya pikir. Ide yang bersumber dari hasil olah kreativitas pribadi, mendapat dukungan dan pengakuan sepenuhnya. Akan tetapi, ketika yang terjadi justru sebaliknya;  mengabaikan atau bahkan membuang jauh-jauh faktor similarity, tentu ini menjadi sandiwara yang ironi. Jiplak atau tidak, bukan masalah. Sama atau tidak dengan karya orang lain, menjadi hal yang tidak dipentingkan. Akibatnya, seringkali terjadi kecolongan hak karya dan menjamurnya plagiator di mana-mana. Kalau sudah demikian, tingkat kepercayaan terhadap perhargaan orisinalitas, berada pada level anjlok.

Dalam ajang lomba INOBEL, bentuk penghargaan pertama kepada mereka yang tingkat contekannya rendah setelah dicek dan di ranking adalah berupa pemanggilan sebagai peserta worshop sebelum acara Final digelar. Demikian juga dengan kegiatan-kegiatan lain yang diadakan oleh berbagai instansi pemerintah, jika syaratnya berupa karya ilmiah, maka pemanggilan peserta biasanya berdasarkan urutan peringkat similarity. Bicara similarity, titik permasalahannya ada pada kutipan yang tanpa menyebutkan sumber, dari mana mengadopsi tulisan tersebut, siapa penulisnya. Plagiat tingkat tinggi terjadi, manakala copy paste 100 persen pada seluruh teks karya seseorang. Dari awal hingga akhir mempunyai kimiripan sama persis dengan karya orang lain. Menyikapi perihal ini, umumnya panitia lomba atau perguruan tinggi mempunyai ambang batas toleransi tingkat persentase yang diijinkan serta dimaklumi. Misalnya, harus di bawah 30 persen, bahkan ada yang mengeluarkan peraturan jika yang berhak menyandang juara adalah hanya bagi karya tulis yang mempunyai status similarity 10 persen ke bawah.

Oleh karena itu, berbagai informasi tentang seluk-beluk similarity, hendaklah disikapi dengan cerdas serta antisipasi sejak dini. Artinya, ketika seseorang tengah membuat karya tulis, perlu diperhatikan dengan serius tentang tingkat similarity yang dimiliki. Menyusun sebuah karya dengan menggunakan pola kata yang dirangkai sendiri merupakan salah satu terobosan paling jitu dalam rangka menekan serta meminimalisir status persentase angka contekan yang tinggi. Bagaimana pun, pada saat merangkai sebuah kalimat, tentu saja ada kesamaan dengan orang lain. Namun, oleh aplikasi secara otomatis mampu di setting dan dibatasi misalnya untuk berapa tingkat jumlah suku kata yang bisa ditoleransi. Tetap semangat dalam berkarya, walaupun belum sempurna adalah modal dasar yang patut ditanamkan dalam-dalam sehingga lambat-laun akan mampu menemukan serta sampai pada karya tulis yang sangat minim tingkat similarity-nya.






No comments:

Post a comment